Cara Budidaya Sukun

Cara Budidaya Sukun

          Sukun (Artocarpus communis) adalah nama sejenis pohon dan buahnya sekaligus Buah sukun tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk, ynag mirip roti stelah dimask atau digoreng. Orang-orang Eropa mengenalnya sebagai “buah roti” (breadfruit). Buah sukun merupakan bahan penting sumber karbohidrat di berbagai kepulauan di daerah tropis, terutam di Pasifik dan Asia Tenggara. Sukun dapat dimasak utuh atau di potong-potong terlebih dahulu, untuk kemudian direbus, digoreng, disangrai, atau dibakar. Buah yang telah dimasak dapat diiris-iris dan dikeringkan di bawah matahari atau di dalam tungku sehinggaawet dan dapat disimpan lama. Dipulau-pulau Pasifik, kelebihan panen buah sukun dipendam dalam lubang tanah dan dibiarkan berfermentasi beberapa minggu sehingga berubah menjadi pasta mirip keju yang awet, bergizi, dan dapat dibuat menjadi semacam kue panggang. Sukun dapat pula dijadikan keripik dengan cara siiris tipis dan digoreng.
    Di Indonesia, buah sukun telah menjadi bahan pangan yang cukup populer dan telah dikembangkan di berbagai daerah. Di beberapa daerah, buah sukun segar langsung dimanfaatkan sebagi bahan pangan dengan cara menggoreng daging buahnya atau diolah menjadigaplek dan tepung sukun. Dari berbagai penelitian juga dapat dicermati bahwa sukun memiliki kandungan zat dan vitamin yang cukup seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin B1, B2, vitamin C, serta mineral(kalsium, fosfor, dan zat besi). Kandungan air dalam buah sukun sektar 69,3%.
      Tidak janya dimanfaatkan untuk makanan, sukun juga dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa zat aktif yang terdapat pada tanaman sukun terbukti mengurangi laju pembekuan darah dan viskositas (kekentalan) darah. Hal ini mengindikasikan bahwa sukun dapat digunakan sebagi bahan pembuatan obat penyakit kardiovaskular.  
               Selain itu, secara tradisional pohon sukun telah dijadikan sebagai obat alternatif untuk mengatasi berbagai penyakit. Daun sekun yang telah tua dan gugur dipercaya secara tradisional untuk mengobati pembesaran prostrat, menurunkan gula darah, serta pengobatan gagal ginjal.         
Tanaman sukun memilki banyak manfaat, selaindapat dimanfaatkan sebagi alternatif bahan pangan, buah sukun juga dapat dipanen muda untuk disayur. Bunga jantan tanaman sukun yang telah kering juga dapat dimanfaatkan sebagai obat nyamuk. Rebusan daun sukun dapat digunakan untuk obat penyakit kuning (hepatitis). Pohon sukun secara keseluruhan dapat digunakan sebagai tanaman peneuh dan penghijau lingkungan serta kayunya untuk mebel dan bagunan rumah.

Karakteristik Tanaman Sukun



     Sukun memiliki penampilan yang indah dan anggun. Pohon sukun memiliki sosok yang tinggi besar. Tingginya dapat mencapai sekitar 20-40 meter dengan batang yang tegak, bergetah, serta memiliki cabang yang banyak. Daunnya lebar, menjari dan bebulu kasar. Akar tanaman pohon sukun tergolong akar adventrif, yaitu sebagian besar akarnya menyebar di dekat permukaan tanah. Bila tanaman sudah besar, kadang-kadang sebagian akar akan menyembul di permukaan tanah. Jika akar tersebut dilukai maka akan muncul tunas sebagai tanaman baru. Sukun merupakan tanaman berkelamin tunggal, artinya bunga betina dan bunga jantan tidak terdapat pada satu bunga. Bunga sukun keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga jantan berbentuk tongkat panjang yang disebut ontel, sedangkan bunga betina berbentuk bulat bertangkai pendek (babal) seperti bunga nangka.
     Buah sukun berbentuk bulat telur hingga bulat, tidak berbiji, dan berdiameter sekitar 10-30cm. Kulit buah sukun menonjol rata. Dari pohon sukun dewasa dapat dihasilkan sekitar 200-750 buah per pohon.

Baca Juga “Bekerja Freelance Waktu Bebas Income Besar”

Menanam Sukun


         Meskipun memilki penampilan tinggi besar, sukun dapat ditanam di perkarangan rumah, dengan ukuran tahan hanya 2 x 2 meter. Sukun sebaiknya ditanam di dataran rendah dengan suhu rata-rata 20-40 derajat Celcius. Tanah yang digunakan sebagai media penanaman hendaknya banyak mengandung bahan organik atau humus. Curah hujan yang dibutuhkan tanaman sukun antara 2000-3000 mm per tahun. Tanaman sukun relatif toleren terhadap pH(keasaman) rendah sehingga relatif tahan kekeringan dan tahan naungan (bisa ditanam di bawah naungan pohon lain).
               Sukun ditanam menggunakan stek atau cangkok karena tanaman sukun tidak memilki biji yang dapat digunakan sebagi alat perbanyakan. Bibit sukun dapat diperoleh dengan cara menarik akar samping pohon sukun ke atas, lalu dipotong sepanjang 20-30 cm, dan kemudian sidemaikan untuk bibit. Dapat juga dengan tanah. Tunas ini dapat dipotong beserta akar induknya untuk dijadian bibit. Bibit sukun yang telah mencapai tinggi kurang lebih 70cm kemudian dipindahkan di kebun. Ukuran lubang tanaman yang digunakan adalah 40cm x 40 cm x 30 cm. Setiap lubang tanam diberi 10 kg pupuk kandang yang telah matang.
               Pada masa awal penanaman di kebun, sebaiknya bibit dilindungi dulu dengan daun kelapa atau daun lainnya untuk mencegah sengatan sinar matahari. Ingatlah untuk selalu memberi air yang cukup bila musim kemarau. Pemangkasan cabang pada sukun tidak perlu sering dilakukan.Namun, bila pembentukan percabangan belum bagus, batang utamanya sebaiknya dipangkas agar bertunas banyak. Berikan pupuk buatan NPK (15:15:15) setiap tiga bulan sekali sebnyak 25-1000 g per pohon per tahun sesuai dengan umur tanama. Setelah tanaman berbuah, pemupukan cukup 1-2 kali per tahun sebelum berbunga dan sesudah panen raya.
              Dalam Pemeliharaan pohon sukun, yang perlu diwaspadai adalah serangan hama penggrek batang (Xyleberus sp.) dan lalat buah (Daus sp). Hama ini mengakibatkan lubang gerekan pada batang dan dapat mematikan pohon. Cara mengatasi hama penggrek batang tersebut adalah dengan menyumbat rapat-rapat lubang pada batang dengan aspal atau menyiram batang dengan larutan  insektisida sistemik.
     

Memanen Sukun

Tanaman sukun mulai berbuah pada umur 3-4 tahun. Tanaman sukun dapat berbuah sepanjang tahun. Musim panen terbesar biasanya terjadi pada bulan Januari-Maret. Buah sukun yang dipanen adalah buah yang sudah benar-benar tua. Ciri buah sukun yang siap panen adalah sebgai berikut :
  • Kulit buah yang semula kasar menjadi halus.
  • Warna kulit buah yang semula hijau cerah berubah menjadi hijau kekuningan. Buah tua yang sudah kuning tidak terlalu enak dikonsumsi karena sudah terlalu matang.
  • Buah sukun tua tampak padat, tetapi agak lunak bila ditekan. Buah yang masih muda cenderung kasar sekali.
Pemanenan sukun dilakukan dengan cara memotong buah pada tangkainya dengan menggunakan galah yang ujungnya diberi pisau. Getah yang keluar dari tangkai buah dapat dihentikan dengan mencelupkan buah ke dalam air. Pada saat pemanenan, usahakan agar buah tidak jatuh ke tanah agar tidak memar. Bagian buah yang memar akan menjadi pangkal serangan busuk buah yang mengakibatkan buah tidak enak saat dimakan . Jangan memanen buah sukun yang masih muda karena rasa daging buahnya belum enak, agak getir, dan kurang empuk di lidah.
Itu tadi Cara Budidaya Sukun semoga bermanfaat bagi anda, dan bial ada pertanyaan seputar artikel di atas silahkan tinggalkan komentar anda, Terimakasih.

Baca Juga “Tahap-tahap membangun e-Business”

No comments have been made. Use this form to start the conversation :)

Leave a Reply