Berkenalan dengan frekuensi Gelombang Otak (Barinwave)

Berkenalan dengan frekuensi Gelombang Otak (Barinwave)

Sebelum saya memberi ulasan tentang Berkenalan dengan frekuensi Gelombang Otak (Barinwave) izinkan saya memberi sedikit ulasan tentang sejarahnya. Semenjak ditemukan alat pengukur gelombang otak, Electro Encephalogrh (EEG), oleh psikiater Jerman, Hans Berger pada tahun 1929-an, sampai saat ini alat tersebut masih sering dijadikan  rujukan utama oleh para peneliti untuk mengetahui secara detail aktivitas pikiran orang. Diketahui bahwa jejaring otak manusia mengasilkan gelombang listrik yang naik dan turun secara fluktuatif. Gelombang listrik ini dekenal sebagai brainwave atau gelombang otak. Dalam satu kesempatan, otak manusia bisa menghasilkan berbagai gelombang otak secara simultan, serentak, bahkan acak. Empat takaran gelombang frekuensi yang diproduksi oleh otak manusia adalah Beta, A;pha, Theta, dan Delta.


1. Gelombang Beta


Apabila anda sering bergulat dengan tugas-tugas berat yang membuat kondisi anda kurang stabil, misal mengejar deadline atau memburu berita bagi wartawan dan penulis, mengikuti ajang perlombaan balap sepeda motor, mobil, buruh PC, trainer lapangan, maka waktu-waktu tersebut merupakan fase dimana konsentrasi mencapai titik tertinggi, tegang, dan genting. Situasi ini membutuhkan pikiran keras dan tenaga yang luar biasa besarnya. Artinya, pada situasi ini, anda secara full telah menempati kondisi pada tingkatan Beta. Untuk frekuensi gelombang beta antara 14-140 cps atau 12-25 pcs. Untuk kodisini seperti ini, otak hanya menemapati satu kemampuan, yaitu fokus tunggal.

Tips Mengatasi

Apabila anda berada pada teakaran gelombang tersebut, maka yang dibutuhkn adalah kesanangan sebagai keseimbangannya, misal : Musik bernuansa riang, spektakel, dan komikal yang bisa menghibur anda.

2. Gelombang Alpha

     Dengan frekuensi 8-12 Hz, fase ini berada pada kondisi tenang. Karena tenag, maka memungkinkan bagi otak untuk memiliki ketajaman yang multifokus. Otak sanggup memperhatikan beberapa hal sekaligus pada tingkat yang paling acak sekali pun. Apabila anda ditemui dalam keadaan ini, volume otak anda telah mengonstruksi keintiman yang total dalam dirinya. Kelebihan dari kondisi ini adalah anda mudah menyerap sugesti atau informasi yang sifatnya didaktik. Bisanya fase ini terjadi pada saat santai, melamun, kondisi sebelum tidur, dan meditasi, yang dapat dijadikan fase awal untuk mengakses pikiran bawah sadar.
            Mesikipun, fase tenang, namun pada detik itu sebenarnya otak tengah siap untuk menerima setiap bentuk informasi maupun data. Ilustrasi musik yang slow, seperti instrument Deepak Choptra, Sina Vodjani, termasuk Vanessa Mae, Andrea Bocili, Mozart, Bethoven, bahkan Diego Modena dan Kitaro, dapat membantu tercapainya kondisi Alpha pada tingkat yang lebih tenang.

3. Gelombang Theta (Medium Trance)

        Frekuensi 4-8 Hz menunjukan bahwa otak sedang dalam keadaan setengah sadar. Kondisi ini berpontensi dalam ekskalasi, yaitu terjadinya peningkatan produksi hormon catecholamines yang berfungsi untuk pembelajaran dan memori ingatan. Pada fase ini biasanya ide-ide kreatif sering kali muncul secara tidak sadar. karena peran-peran koordinat otak bawah sadar lebih dominan. Itulah sebabnya, mengapa jawaban dari suatu masalah sering kali muncul pada saat hampir tidur atau saat bangun tidur. Pada saat itu, manusia mempunyai spektrum yang paling sensitif dalam mengakses setiap gejala-gejala alam bawah sadar.
           Setiap terapis haruslah jeli menggunakan kondisi ini untuk memberikan sugesti-sugesti positif ke alam bawah sadar anda. Misalnya perintah untuk merasakan bahwa perintah untuk merasakan bahwa merokok itu sebetulnya sangat memualkan untuk terapi bagi pecandu rokok atau alkoholik dan obat-obatan dapat merusak tubuh, serta kalimat-kalimat kunci lain sesuai terapinya. Dengan perintah-perintah yang telah disusun sedemikian rupa, seorang terapis memandu anda memasukkan gambaran baru ke memori alam bawah sadar anda.
          Karena alam bawah sadar tidak mampu membedakan gambaran imajinasi terhadap kondisi riil, maka gambaran imajinasi tersebut akan ditangkap sebagai kondisi Beta dan Alpa, atau sadar, maka alam bawah sadar anda telah memiliki gambaran yang berbeda dari kondisi nyatanya. Orang yang semula tampak menikmati rokok, ganja, dan obat-obatan, tiba-tiba terlihat menjadi jijik, jorok dan memualakan saat melihat itu semua.

4. Gelombang Delta (Deep Trance)

       Dalam istilah hipnoterapi, fase ini juga sering disebut dengan somnabulism atau keadaan istirahat. Untuk hipnoterapi, fase ini sangat cocok dilakukan dengan posisi tiduran atau duduk santai sambil memejamkan mata, kemudian menyatakan kalimat-kalimat positif, misalnya “Pavel, kamu ini orang baik yang hanya pantas melakukan hal-hal terbaik dalam hidupmu, Pavel, kamu ini orang sukses, haruslah banyak membantu orang keadaan kurang mampu”
     Atau, dalam script yang tidak jauh berbeda, “hai Pavel, sebaiknya berhentilah dari semua tingkah butukmu. Pergunakan waktumu yang singkat ini dengan berbuat baik”. Untuk setiap sugesti, usahakanlah dilakukan sambil menepuk dada bagian kiri atas, bahu belakang kanan, paha kanan, dan ubun-ubun kepala. Organ-organ itu adalah organ kekerabatan yang penting. Hanya orag-orang terdekat yang menyentuhnya, seperti ibu, bapak, kerabat, dan keluarga. Ketika organ kerabat tersebut disentuh, maka alam bawah sadar anda akan bereaksi dan mengatakan, “Inilah pesan dari orang yang sungguh-sungguh dekat denganmu”. Alam bawah sadar akan menjadi resptif dan humble yang terbuka untuk menerima setiap pesan positif.
     Mengapa dongeng demikian penting dalam penanaman moral dan budi pekerti ? Sebab, seperti pernyataan positif lainnya, ia akan selalu menjadi bagian alam bawah sadar dan akan selalu di ingatnya. Yang penting untuk diperhatikan adalah kalimat kunci dari erapis harus sama persis dengan saat memerintahkan pasien agar tidur dan terapis mulai mengambil alih kendali atas kesadaran dan subconscious mind anda.

Kesimpulan

Biasanya, dalam aktivitas sehari-hari, selalu ada jenis gelombang otak paling dominan yang menandai aktivitas otak saat itu. Pada saat tubuh rileks, pikiran akan menjadi rileks, sehingga gelombamg otaknya akan turun dari Beta, Alpha, Theta, dan Delta.
Itu tadi ulasan mengenai Berkenalan dengan frekuensi Gelombang Otak (Barinwave) semoga bermanfaat bagi anda, dan bila ada pertanyaan seputar artikel di atas silahkan tinggalkan komentar anda di bawah, Terimakasih.

Baca Juga “Tips Jitu Membuat Artikel Berkualitas”

              

No comments have been made. Use this form to start the conversation :)

Leave a Reply