Terungkap, Google Sempat Tawar Snapchat Rp 400 Triliun


Menurut kumparan, google memang selalu gagal dalam membangun produk jejaring sosial. Tapi mereka terus mencoba segala cara untuk bermain di segmen itu, termasuk dengan cara mengakuisisi sebuah produk. Baru-baru terungkap bahwa Google sempat menawar Snapchat dengan harga yang fantastis.

Google sempat terlibat dalam pembicaraan informal dengan Snap, induk usaha Snapchat, untuk mengambilalih perusahaan itu dengan nilai 30 miliar dolar AS.

Ini harga yang super tinggi, kalau di konversi ke rupiah mencapai Rp 400 triliun. Tapi perlu dicatat, menurut laporan Business Insider, penawaran ini terjadi pada 2016 sebelum Snap menjual saham perdana ke publik (initial public offering/IPO) di Maret 2017.

Tawaran ini rupanya telah menjadi rahasia umum di dalam organisasi Snap. CEO Snap yang terkenal independen, Evan Spiegel, tampaknya tidak tertarik untuk menjual asetnya ke Google atau orang lain.

Dahulu, beredar kabar juga Facebook sangat tertarik dengan Snapchat, tetapi lagi-lagi Spiegel menolak tawaran ini. Dia percaya diri bisa membangun bisnis Snap dan mampu membawanya menjadi perusahaan yang bernilai.

Bukan cuma soal jejaring sosial, Google tertarik mengakuisisi Snap, antara lain juga karena mereka punya produk hardware kacamata pintar Spectacles yang berbasis teknologi augmented reality.

Teknologi ini tentu sejalan dengan apa yang dibangun Google. Mereka punya Google Glass yang terus dikembangkan dan teknologi virtual reality yang mungkin bisa dikombinasikan dengan Spectacles.

Google menolak berkomentar kepada Business Insider dan demikian pula dengan Snap yang tak memberi pernyataan ketika ditanya TechCrunch. Kedua organisasi ini memang sudah lama menjalin kerja sama.

Chairman Google, Eric Schmidt, adalah penasihat Spiegel. Snap memanfaatkan sejumlah perangkat lunak perkantoran yang disediakan Google dan Snapchat telah berkomitmen untuk membelanjakan 2 miliar dolar AS untuk hosting di Google Cloud selama lima tahun ke depan.

Tetapi Snap saat ini mengalami masalah serius karena dihadang oleh tembok besar Instagram yang tiada malu meniru segala fitur Snapchat. Sebut saja Instagram Stories yang diperkuat oleh beragam fitur filter gambar telingan anjing dan telinga kelinci. Filter dari Instagram saat ini lebih populer ketimbang kepunyaan Snapchat.

Instagram hingga kuartal pertama 2017 kemarin sudah dipakai oleh 700 juta pengguna di seluruh dunia, dan setiap harinya ada 250 juta pengguna yang mengunggah momen mereka di fitur Instagram Stories. Sementara itu, sebagai perbandingan, platform Snapchat sendiri baru memiliki 166 juta pengguna pada kuartal pertama 2017, menurut laporan keuangan perusahaan.

Sumber : kumparan.com

No comments have been made. Use this form to start the conversation :)

Leave a Reply